Senin, 01 Februari 2010

sifat- sifat terpuji

Sifat-Sifat Terpuji

Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari di sebut akhlakul karimah atau akhlakul mahmuddah. Acuannya adalah al-Qur’an dan hadis serta berlaku universal. Diantaranya sifat-sifat terpuji diantaranya,

a. Husnuzzan kepada Allah

Kata husnuzzan berarti berperasangka baik atau disebut positif thinking. Lawan dari kata ini adalah su’uzzon yang artinya berperasangka buruk atau disebut juga negative thinking. Allah SWT, menciptakan alam semesta seperti bumi, langit, laut, dan segala isinya menjadi bukti dan wujud kekuasaan Allah. Serta sebagai rahmat bagi makhluk hidup khususnya manusia. Rahmat adalah karunia Allah yang dapat mendatangkan manfaat dan nikmat. Manusia akan mendapatkan rahmat dan nikmat dari bumi, laut, langit dan segala isinya apabila manusia mau berusaha untuk memanfaatkan serta menggali manfaat-manfaat tersebut. Allah SWT, tidak membeda-bedakan manusia, baik warna kulit maupun suku atau bangsa sehingga siapapun akan memperoleh manfaat tersebut bila mau berusaha. Firman Allah surat Aljasiyah : 12-13, yang artinaya:

“Allah lah yang menundukan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizing-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersukur. Dan Dia menundukan untukmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari pada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir”.

Ketidak beruntungan sebagaian manusia dalam memperoleh rahmat atau karunia Allah bukan karena Allah benci terhadapnya, melainkan kualitas atau kemampuan untuk memperoleh karunia Allah belum dilakukan secara maksimal. Sehinnga sikap sabar, berdoa serta tawakal wajib di lakukan. Berdosa hukumnya jika kita berprasangka buruk kepada Allah.

Manusia wajib berusaha dan berikhtiar untuk mewujudkan kesejahtraan dan kebahagiaan masing-masing. Hanya manusia yang mau berusaha, bekerja keras, dan sungguh-sungguh yang aka meraih prestasi baik kesuksesan hidup dio dunu\ia maupun diakhirat. Hal itu telah diisyaratkan Allah dalam al-Quran yang artinya:

“dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. ( qs. An Najm : 39)

Manusia harus berpikir positif dan menganggap bahwa semua kejadian ada manfaatnya dan tidak ada yang sia-sia. (ket. Lebih lanjut lihat qs. Ali imran:190-191, qs yusuf: 111, Qs Taha : 54, dan Qs Ar ra’d : 3-4 )

Hikman dari sifat Husnuzzon antara lain adalah sebagai berikut :

  1. hidup menjadi tenang, tentram, dan damai
  2. hati menjadi bersih dan terhindar dari penyakit hati
  3. menumbuhkan sikap tulus
  4. tidak menimbulkan perselisihan atau perpecahan
  5. mengingatkan manusia agar selalu berintrospeksi
  6. dapat memacu semangat untuk lebih kreatif
  7. menumbuhkan rasa optimis dan tidak berputus asa
  8. menambah kewyakinan dbahwa apa yang dipirmankan oleh Allah itu benar
  9. senantiasa bersyukur atas segala rejeki sekecil apapun.

B. Gigih dan Optimis

Sikap gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni percaya akan hasil positif dalam segala usaha. Rasa yakin ini akan menimbulkan sugesti, dan makin besarnya harapan. Besar harapan tersebut membawa pada sikap lapang dada dan lebih giat lagi berusaha. Oleh karena itu,manusia harus optimis dan tidak boleh pesimis.

Perhatikan firman Allah SWT surat Ar Ra’du ayat 11 yang artinya:

“ sesunguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan ( nasib) suatu kaum sehingga mereka megubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri .”

Firman Allah dalam ayat lain yang artinya:

“dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kapir .” (Qs yusuf : 87 ).

Hadis qudsi menyatakan sebagai berikut

Yang artinya :

“Aku selalu menurutkan sangkaan hamba –ku terhadap diri Ku, jika ia baik sangka ke pada ku, maka ia dapat dari apa yang ia sangka. Dan jika ia buruk sangka ke pada ku maka ia mendapatkan apa yang ia sangka kepada ku.” ( HR At Tabrani dan Ibnu Hibban).

C. Sikap Terpuji Terhadap Mahluk Hidup Selain Manusia

Ahlak terhadap lingkungan hidup

Berahlak ke pada lingkungan hidup adalah menjalin dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan alam sekitar. Memakmurkan alam adalah mengelolah sumberdaya yang berada di alam sehingga dapat memberi manfaat bagi kesejahtraan manusia tanpa merugikan alam itu sendiri alam dan lingkungan yang terkelola dengan baik dapat memberi manfaat yang berlipat-lipat. Sebaliknya, alam yang di biarkan atau hanya di ambil manfaatnya dapat mendatangkan malapetaka bagi manusia. Kita dapat menyaksikan dengan jelas bagaimana akibat yang di timbulkan oleh ahlak yang buruk terhadap lingkungan seperti hutan yang di eksploitasi tanpa batas sehingga melahirkan malapetaka kebakaran hutan yang menghancurkan tanaman hutan dan habitat hewan-hewannya. Eksploitasi terhadap kekayaan laut tanpa memperhitungkan kelestarian ekologi laut telah menimbulkan kerusakan hebat.

Sayangnya semua itu di lakukan semata-mata untuk mengejar keuntungan ekonomi yang bersifat sementara, namun akibatnya mendatangkan kerusakan alam yang parah dan tidak bias direhabilitasi dalam waktu puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Kerusakan alam dan ekosistem dilautan dan daratan terjadi akibat manusia tidak menyadari sifatnya yang sombong, egois, rakus, dan angkuh yang merupakan bentuk ahlak terhadap lingkungan yang sangat buruk dan tidak terpuji.

Nama : Yanti Halimah Kelas/Prodi : A / D3 Kebidanan

Buku Agama Islam, SMA hal, 43. 2003

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar