Senin, 01 Februari 2010

sifat - sifat tercela

SIFAT-SIFAT TERCELA

Kitab suci Al quran banyak menerangkan sifat – sifat dan ahlak yang baik atau terpuji Rosulullah Saw. Ketika salah seorang sahabat bertanya kepada Siti aisyah ( istri Rosullah ) mengenai bagaimana ahlak Rosullah itu, Siti Aisyah mengembalikan pertanyaan sahabat nabi tersebut,” bukankah anda telah membaca al quran?” Aisyah kemudian mengatakan bahwa al quran itu mengandung contoh – contoh tentang ahlak Rosulullah yang sepatutnya di jadikan suri tauladan oleh umat manusia.

Disisilain, Al quran juga mengemukakan dan memberi peringatan tentang ahlak – ahlak buruk atau tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada akhirnya akan merusak akhirnya serta kehidupan masyarakat. Ahlak buruk itulah yamg di selalu di tunjukan oleh kaum quraisy dahulu untuk memojokan kebeneran yang di sampaikan oleh rosulullah sebagaimana yang dilakukan oleh tokoh – tokoh quraisy seperti Abu Jahal, Walid bin mugirah, Akhnas bin Syariq, Aswad bin abdi yakuts, dan lain – lain. Oleh karma itu, iman merupakan suatu pengakuan terhadap kebenaran dan harus di pelihara, dan di tingkatkan kulitasnya melalui sikap dan prilaku terpuji hadis Nabi Muhammad saw.

Artinya : “iman itu ialah melihat dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengerjakan dengan anggota” ( HR Bukhari Muslim)

Menurut pemahaman hadis di atas, iman itu tidak cukup diyakini didalam hati saja, melainkan harus di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan – perbuatan terpuji karma hal itu merupakan wujud nyata pengakuan iman seseoarang. Keimanan seseorang akan rusak atau tidak manfaat apabila seseorang melakukan hal – hal yang dapat mengurangi bahkan merusak ke imanannya. Di antara perbuatan atau ahlak yang tercela dan menyebabkan rusaknya keimanan adalah hasud, ria, dan aniaya.

Hadis rosulullah saw. Yang artinya Rosulloh saw. Bersabda “ Sesungguhnya iman dalam dada kalian itu akan mengalami keusangan sebagai mana pakaian menjadi lapuk, maka moholah kepada Allah agar dia memperbaharui iman kalian.” (HR haitami )

A. Hasud

Dalam bahasa arab, hasud berarti dengki. Dengki merupakan sikap tercela, yaitu sifat yang mengharapkan agar nikmat orang lain lenyap atau terhapus. Hal ini terjadi akibat dari rasa iri hati yakni sifat tidak senang jika melihat orang lain mendapat nikmat Allah atau kebahagiaan.

Hasud adalah salah satu sifat iblis karena iblis menolak perintah allah untuk sujud kepada nabi Adam As. Yang telah mendapat anugrah Allah SWT menjadi khalifah.

Sifat tercela ini harus dihindari oleh semua orang, khususnya dikalangan generasi muda muslim karena jika sifat hasud ini terus menerus menjadi kebiasaan, tentu akan membawa akibat hancuirnya kebaikan dalam diri seseorang akibat bertambahnya sikap rakus, tamak, dendam, serta rasa permusuhan didalam diri.

Hadis rosullullah saw. Yang artinya : “ telah masuk kedalam tubuhmu penyakit-penyakit umat dahulu ( yaitu ) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut.” (HR ahmad dan Turmuzi).

Dari hadis tersebut di atas, dapat di pahami bahwa hancurnya atau terpecahnya agama menjadi bercerai berai. Saling membenci, permusuhan, dan saling merusak disebabkan sifat benci dan dengki yang berkepanjangan diantara pemeluknya.

Agar kaum muslim diridoi Allah Swt. Maka kita harus kembali menghayati surat Al Imron:19 dan surat Yunus: 100 yaitu sebagai berikut. Yang artinya “ sesungguhnya agama ( yang diridoi ) di sisi Allah hanyalah islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al kitab, kecuali sesudah dating pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada ) diantara mereka barang siapa yang kapir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya (Qs Ali Imron: 19 ).

Artinya “ dan tidak ada seorangpun akan beriman, kecuali dengan ijin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (Qs Yunus: 100 ) .

Intisari ayat tersebut mengandung arti bahwa pemeluk islam yang diridoi Allah ialah sebagai berikut:

  1. pemeluknya senantiasa tidak berselisih terhadap sesame manusia.
  2. pemeluknya senantiasa tidak dengki terhadap sesama manusia.
  3. pemeluknya senantiasa mengimani ayat-ayat Allah (Al kuran ) serta melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  4. pemeluknya senantiasa menggunakan akal atau berfikir sebelum bertindak.

Dalam hadis lain Rosullulloh Saw. Bersabda:

Artinya:” jauhilah dirimu dari sifat dengki karma sesungguhnya sifat dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR Abu Daud ).

Oleh karena itu, sifat dengki tidak bermanfaat bagi orang yang dengki karena dengki merusak amal kebaikan, sama halnya seperti api memakan kayu. Pandengki selalu gelisah dan tidak tenang karena hatinya tidak rela jika melihat orang lain mendapat kenikmatan dari Allah Swt. Jika keadaan hati tidak tenang dan selalu gelisah, hal itu akan membahayakan kesehatan rohani maupun jasmani dan mengakibatkan bahaya bagi orang lain karma dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan serta kerusakan.

Olehkarena banyaknya akibat buruik yang ditimbulkan oleh sifat ini, maka kita harus berusaha menghjindarinya dalam kehidupan sehari-hari baik disekolah, dikelurga maupun dimasyarakat. Sebaiknya, kita hendaknya turut merasa senang jika orang lain mendapat kenikmatan atau kebahagiaan.

B. RIA

Ria berasal dari bahasa arab yang artinya “ memperlihatkan “ atau terkenal dangan istilah “ memamerkan “. Dari segi syara, imam Al Hafis Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari mengatakan bahwa ria adalah ibadah yang dilakukan dengan tujuan atau maksud agar dapat dilahat orang lain sehingga memuja pelakunya.

Ria merupakan sifat tercela karma melakukan amal perbuatan tidak untuk mencari rida Allah, melainkan untuk mengharap pujian orang lain.

NAMA : PIPIH NIDAUL H

KELAS/PRODI : D3 Kebidanan

copy buku agama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar